Banda Aceh, 28 Agustus 2013 – PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) akan menggelar jaringan Fiber Optic(FO)
sepanjang 400 kilometer di jalur tengah Aceh yang menghubungkan
Kabupaten Biruen, Kab. Bener Meriah, Kab. Aceh Tengah, Kab. Gayo Lues
dan Kab. Aceh Tenggara selanjutnya menembus ke Kabanjahe, Kab. Karo
Sumatera Utara. Penggelaran FO di jalur tengah ini diharapkan dapat
menjawab kebutuhan akses telekomunikasi (suara dan data) yang lebih
besar. Demikian disampaikan Direktur Network IT & Solution Telkom, Rizkan Chandra di Pendopo Gubernur Aceh (28/8).
Penggelaran FO di jalur tengah Aceh merupakan program nasional dalam kerangka besar Indonesia Digital Network(IDN)
2015 guna mendukung Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi
Indonesia (MP3EI). IDN merupakan visi pengembangan infrastruktur true broadband Telkom secara end to end (user
terminal, akses, transport dan service) yang akan dicapai melalui
pembangunan tiga infrastruktur utama, yakni Indonesia Digitas Access (ID
Access), Indonesia Digital Ring (ID Ring) dan Indonesia Digital
Convergence (ID Convergence).
Pembangunan ketiga
infrastruktur utama Telkom itu didasari oleh pemikiran bahwa setiap
lapisan masyarakat Indonesia berhak mengakses informasi yang sama. “Kami
meyakini kemudahan mengakses informasi akan mendorong pertumbuhan
ekonomi Indonesia,” ujar Rizkan Chandra.
Penggelaran
jaringan FO sepanjang 400 kilometer itu ditandai dengan seremonial
pembukaan selubung proyek dan penyalaan eskavator oleh 10 orang petugas
lapangan. Selain dimulainya pengerjaan penggelaran FO juga diresmikan
Node-B Telkomsel yang ke-3369 dengan melepas 69 ekor merpati oleh
Direktur NITS bersama Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah. Pelepasan 69
ekor merpati itu, sebagai harapan langgennya kedamaian di “Serambi
Mekah”.
Seremonial
penggelaran FO jalur tengah disaksikan oleh 5 bupati yang kawasannya di
lintas gelaran FO antara lain Bupati Biruen Ruslan M. Daud, Bupati Bener
Meriah Ir. Ruslan Abdul Gani, Bupati Aceh Tengah Ir. Nasaruddin, Bupati
Gayo Lues Ibnu Hasim S.Sos dan Bupati Aceh Tenggara Ir. Hasanuddin.
Hadir juga dalam acara groundbreaking ini Executive General Manager Telkom Wilayah Barat, Prasabri Pesti dan GM Witel Aceh Mukhni.
Pengembangan jalur
tengah, khususnya kawasan pegunungan di Aceh kini menjadi fokus
perhatian pemerintah provinsi Aceh. Potensi dan pertumbuhan di kawasan
yang membelah ekosistem Leuser itu diharapkan dapat didorong lebih cepat
dengan kehadiran infrastruktur ICT yang lebih baik. Saat ini, dengan
hanya mengandalkan jaringan tembaga dan radio, maka akses data dari dan
ke kawasan itu belum dapat memenuhi ekspektasi masyarakat di sana.
“Pengerjaan proyek
FO-nisasi di jalur tengah Aceh sejauh 400 kilometer itu diharapkan dapat
mendorong tersedianya berbagai layanan ICT yang dapat memenuhi harapan
masyarakat di dataran tinggi Gayo-Alas,” pungkas Rizkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar