Fhotodetector
Photo Detector adalah alat untuk mengukur intensitas cahaya .
Photo detektor dapat dibagi menjadi tiga kategori yang berbeda sesuai
dengan fungsinya sebagai:photodetectors berbasis semikonduktor, tabung
photomultiplier, dan bolometers. photodetectors Semiconductor sejauh ini
yang paling umum digunakan sehari-hari. Contohnya adalah foto dioda
yang duduk dalam sel foto untuk memantau atau Power Button dan sensor
gambar dan video yang digunakan dalam kamera digital (biasanya dariCCD - atau CMOS -tipe).
Karakteristik
utama dari fotodetektor antara laian adalah tingkat responsivitas,
tingkat sensitivitas, dan efisiensi kuantum (Bart J. Van Zeghbroeck,
1996). Responsivitas fotodetektor didefinisikan sebagai rasio dari arus
pada fotodetektor terhadap daya optik yang masuk pada divais.
Sensitivitas didefinisikan sebagai daya masukan minimum yang masih dapat
terdeteksi oleh divais. Dan efisiensi kuantum didefinisikan sebagai
rasio dari jumlah pasangan elektron-hole yang menghasilkan arus listrik
terhadap jumlah foton yang menumbuk divais. Seperti halnya sel surya,
fotodeterktor pun terdiri dari berbagai struktur, seperti persambungan
p-n, persambungan p-i-n, serta persambungan M-S.
- Photodioda
Dioda
peka cahaya adalah jenis dioda yang berfungsi mendektesi cahaya.
Berbeda dengan dioda biasa, komponen elektronika ini akan mengubah
menjadi arus listrik. Cahaya yang dapat dideteksi oleh dioda peka cahaya
ini mulai dari cahaya inframerah, cahaya tampak, ultra ungu sampai
dengan sinar-X. Aplikasi dioda peka cahaya mulai dari penghitung
kendaraan di jalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera
serta beberapa peralatan dibidang medis. Alat yang mirip dengan dioda
peka adalah transistor foto (phototransistor). Transistor foto ini pada
dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak
(junction) base-collector untuk menerima cahaya. Komponen ini mempunyai
sensitivitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan dioda peka cahaya.
Hal ini disebabkan karena electron yang ditimbulkan oleh foton cahaya
pada junction ini diinjeksikan di bagian Base dan diperkuat di bagian
kolektornya. Namun demikian, waktu respons dari transistor foto secara
umum akan lebih lambat dari pada dioda peka cahaya.
- Prinsip kerja photodioda
Photodiodes
dibuat dari semikonduktor dengan bahan yang populer adalah silicon (
Si) atau galium arsenida ( GaAs), dan yang lain meliputi InSb, InAs,
PbSe. Material ini menyerap cahaya dengan karakteristik panjang
gelombang mencakup: 2500 Å - 11000 Å untuk silicon, 8000 Å – 20,000 Å
untuk GaAs. Ketika sebuah photon (satu satuan energi dalam cahaya) dari
sumber cahaya diserap, hal tersebut membangkitkan suatu elektron dan
menghasilkan sepasang pembawa muatan tunggal, sebuah elektron dan sebuah
hole, di mana suatu hole adalah bagian dari kisi-kisi semikonduktor
yang kehilangan elektron. Arah Arus yang melalui sebuah semikonduktor
adalah kebalikan dengan gerak muatan pembawa. cara tersebut didalam
sebuah photodiode digunakan untuk mengumpulkan photon - menyebabkan
pembawa muatan (seperti arus atau tegangan) mengalir/terbentuk di
bagian-bagian elektroda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar