Fiber Bragg Grating
Fiber Bragg Grating (FBG) adalah serat optik yang memiliki variasi periodik indeks
bias yang
terdistribusi dalam bentuk kisi. (Johannes, 2000). Akibat variasi
periodik indeks bias serat optik ini, maka FBG dapat memantulkan panjang
gelombang cahaya tertentu dan meneruskan sisanya. Dengan karakteristik
tersebut, FBG dapat berfungsi sebagai filter optik (optical filter) untuk menghalangi atau sebagai reflektor panjang gelombang cahaya tertentu.
Gambar 1. Struktur FBG beserta spectrum transmisi dan refleksinya. (Wikipedia, 2011)
Gambar diatas menunjukkan Λ periode kisi yang dimiliki oleh sebuah FBG adalahuniform, sehingga Λ periode kisi braggnya konstan. Adanya kisi menyebabkan
FBG merefleksikan panjang gelombang cahaya yang hanya memenuhi kondisi
Bragg dan mentransmisikan panjang gelombang yang lain.
Prinsip Kerja FBG

Gambar 2 Skema prinsip kerja sebuah FBG.
FBG bekerja berdasarkan pada prinsip refleksi bragg. Inti (core) pada
serat optik dibuat kisi yang mempunyai jarak tertentu. Kisi ini
dianggap sebagai reflektor yang membentuk resonator, dengan puncak
transmisi resonator tersebut tergantung jarak antar kisinya. Ketika
cahaya berpropagasi melalui daerah yang berubah indeks biasnya secara
periodik, maka sebagian cahaya akan direfleksikan untuk panjang
gelombang yang memenuhi kondisi Bragg, sedangkan
yang lainnya akan ditransmisikan. Kondisi untuk refleksi tinggi,
dikenal sebagai kondisi Bragg. Panjang gelombang Bragg λ Bragg dengan priode kisi Λ dan indeks refraktif rata-rata neffdiperoleh sesuai dengan persamaan Bragg yaitu:
λBragg=2 neff Λ (2.1)
Salah satu fenomena yang menarik dari FBG ini adalah sifatnya yang
sensitif terhadap perubahan lingkungan seperti suhu, tekanan dan
regangan. Apabila terjadi perubahan jarak kisi karena sesuatu hal
misalnya tekanan maupun suhu, maka puncak transmisinya akan berubah.
Dari karakteristik inilah maka FBG banyak dikembangkan menjadi sensor suhu maupun sensor strain.
Aplikasi FBG
Pembagian aplikasi utama produksi komersial FBG, berdasarkan material intinya yaitu:
• Sistem komunikasi serat optik.
� Penyetabil panjang gelombang untuk laser
� Narro band WDM add/drop filter.
� Dispersion Compensation.
� Gain-Fl attening filter.
� Kisi untuk filter laser.
• Fiber Grating Sensor.
FBG diaplikasikan sebagai sensor pengukuran dengan cara mengukur besaran temperatur dan strain. Dalam beberapa literatur menunjukkan FBG sensor juga bisa digunakan untuk tekanan dan medan magnet dinamik. (Andreas, 1999)
Pemberian pengaruh suhu dan strain pada Fiber FBG mengakibatkan adanya perubahan periode kisi yang akan mempengaruhi panjang gelombang Bragg. Sifat ini memungkinkan FBG dapat digunakan untuk sensor strain. Bragg grating sensor beroperasi berdasarkan pada properti FBG yang merubah karakteristik panjang gelombang sesuai terhadap strain dan temperatur. Secara umum FBG bisa dengan mudah diaplikasikan untuk
banyak sensor dalam serat optik. Sistem seperti ini mempunyai kemampuan
untuk pengukuran yang lebih. Terdapat beberapa aplikasi untuk sensor,
umumnya digunakan memonitor keadaan struktur sipil, seperti gedung,
jembatan dan bendungan. FBG mempunyai banyak keuntungan, antara lain:
- Ukurannya kecil dan sederhana.
- Imunitas terhadap interferensi elektromagnetik, material dielektrik dan kemungkinan sensing dan multiplexing pasif (sensor jaringan)yang terdistribusi.
- FBG dapat melakukan banyak fungsi di dalam serat optik seperti refleksi, pemfilteran dan insertion loss yang kecil.
- Respon
spektrum dari FBG bergantung pada perubahan lingkungan (suhu dan
tekanan), karena indeks bias serat dan dimensi fisiknya berubah sesuai
suhu maupun tekanan, maka akan mempengaruhi panjang gelombang Bragg.
- Sebuah FBG yang difabrikasi dengan tepat juga memiliki reflektivitas yang tinggi dan bandwith yang sempit pada panjang gelombang braggnya. Biasanya
FBG mempunyai reflektivitas lebih besar dari 75%. Reflektivitas yang
tinggi menawarkan jumlah daya optik yang cukup untuk bisa dideteksi oleh
photodiodes. Karakteristik unik sensor FBG akan menghasilkan sebuah
panjang gelombang braggunik yang independen dari intensitas optik yang digunakan sistem.
Selain kelebihan FBG juga mempunyai beberapa kekurangan yaitu:
- Dalam aplikasi dibutuhkan recover sinyal refleksi yaitu optical sirculator agar tidak menimbulkan noise.
- Spektrum refleksi dari FBG saling melengkapi dengan spektrum transmisi. Pada panjang gelombang yang lebih pendek dari λBragg , FBG biasanya mengalami loss transmisi dimana tidak ada cahaya sesuai yang direfleksikan.Loss itu disebabkan oleh cahaya yang direfleksikan kedalam mode claddingpada fiber.
- Respon
spektrum dari FBG tergantung perubahan lingkungan (suhu atau tekanan),
pada aplikasi bukan sensor hal ini tentu merugikan. Untuk mencegahnya,
kisi dapat disusun dalam material negative-expansion atau material kombinasi yang menyediakan efective negative thermal expansion,diatur untuk mencegah panjang gelombang Bragg berubah karena suhu. Atau dengan menggunakan Thermoelectric Coller yang dapat dikontrol secara aktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar