Minggu, 08 Maret 2015

Apa itu Optoelektronika ?

Anda semua pasti jarang mendengar tentang "Optoeletronika" baik dibangku SMA maupun di jenjang perguruan tinggi, baiklah saya juga baru mengetahui tentang Optoelektronika pada saat saya duduk disemester IV. Awalnya saya juga kurang lazim dan jarang mendengar tentang matakuliah "Optoelektronika" yang terlintas dalam benak saya mata kuliah Optoelektronika mempelajari tentang sub bab dari mata kuliah Elektronika Dasar dan perakitan alat kit elektro, ternyata dari penjelasaan Dosen saya dan mencari dari beberapa sumber, Optoelektronika lebih mempelajari tentang ilmu Optik dan Gelombang. Dan untuk menambah wawasan kita lagi tentang Optoelektronika, saya menemukan pengertian Optoeletronika itu sesungguhnya, sebagai berikut: 

Optoelektronika

  • Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Optoelektronika adalah cabang ilmu yang mengkaji peralatan elektronik yang berhubungan dengan cahaya dan dianggap juga sebagai sub-bidang dari fotonika. Dalam konteks ini, cahaya yang dikaji juga merangkumi semua spektrum cahaya dalam gelombang elektromagnetik (spektrum elektromagnetik) seperti sinar gamma, sinar-X, ultraviolet dan inframerah, yang merupakan bentuk cahaya radiasi yang tak terlihat selain cahaya yang tampak oleh mata manusia normal (spektrum tampak).
Dalam cabang ilmu ini, kelebihan-kelebihan yang didapati daripada pengabungan dari bidang optik dan elektronik ini, adalah untuk dapat menghasilkan satu peralatan yang jauh lebih baik dan bermanfaat terutama yang berkaitan dengan teknologi telekomunikasi serat optik itu sendiri.
Aspek penting dalam bidang ini adalah bagaimana memanfaatkan sumber foton sebagai media penghantaran bit informasi
Optoelektronik adalah suatu aplikasi perangkat elektronik yang berfungsi mendeteksi dan mengontrol sumber cahaya atau dapat juga dikatakan sebagai peralatan pengubah dari tenaga listrik ke optik atau sebaliknya. Sumber cahaya yang digunakan dalam aplikasi ini dihasilkan diantaranya dari fotodiode injeksi diode, LED, dan laser. Beberapa sumber ini telah banyak digunakan pada beberapa perangkat optoelektronik yang biasa digunakan dalam bidang telekomunikasi serat optik.

  • Dari http://dewiwifafatmawati.blogspot.com/2011/03/optoelektroni.html

Optoelektronika adalah suatu aplikasi perangkat elektronik yang berfungsi mendeteksi dan mengontrol sumber cahaya atau dapat juga dikatakan sebagai peralatan pengubah dari tenaga listrik ke optik atau sebaliknya. Sumber cahaya yang digunakan dalam aplikasi ini dihasilkan diantaranya dari fotodioda injeksi dioda, LED, dan laser. Beberapa sumber ini telah banyak digunakan pada beberapa perangkat optoelektronik yang biasa digunakan dalam bidang telekomunikasi serat optik.
Optoelektronik dapat juga dikatakan sebagai cabang ilmu yang mengkaji peralatan elektronik yang berhubungan dengan cahaya dan dianggap juga sebagai sub-bidang dari fotonik. Dalam konteks ini, cahaya yang dikaji juga merangkumi semua spektrum cahaya dalam gelombang elektromagnetik (spektrum elektromagnetik) seperti sinar gamma, sinar-X, ultraviolet dan inframerah, yang merupakan bentuk cahaya radiasi yang tak terlihat selain cahaya yang tampak oleh mata manusia normal (spektrum tampak).
Dalam cabang ilmu ini, kelebihan-kelebihan yang didapati daripada pengabungan dari bidang optik dan elektronik ini, adalah untuk dapat menghasilkan satu peralatan yang jauh lebih baik dan bermanfaat terutama yang berkaitan dengan teknologi telekomunikasi serat optik itu sendiri. Aspek penting dalam bidang ini adalah bagaimana memanfaatkan sumber foton sebagai media penghantaran bit informasi.
Ada beberapa macam divais optoelektronik diantaranya divais optoelektronik saja, yaitu sel surya dan fotodetektor. Hal yang menjadi pertimbangan adalah  penggunaan kedua jenis divais optoelektronik ini frekuensinya cukup tinggi dibanding yang lainnya. Prinsip fisis dari sel surya dan fotodetektor sebenarnya hampir mirip, yaitu terjadinya pembangkitan pasangan elektron-hole melalui proses eksitasi ketika foton menumbuk permukaan divais. Perbedaannya adalah dari panjang gelombang foton yang dapat diserap dan berkontribusi pada proses pembangkitan ini. Sel surya dapat menyerap spektrum energi foton dalam rentang yang cukup lebar yaitu  foton yang memiliki energi sama atau lebih besar dari celah pita energi material pembuat sel surya. Sedangkan fotodetektor hanya akan menyerap energi foton yang energinya di sekitar celah pita energi material pembuatnya. Berdasarkan kajian dari berbagai literatur, berikut ini akan dipaparkan hubungan fungsional  dari karakteristik utama divais sel surya dan fotodetektor dengan parameter-parameter fisis bahan pembuat, struktur divais serta karakteristik setiap lapisan.
  • Dari http://kamus.cektkp.com/optoelektronika/
 Arti kata optoelektronika menurut KBBI ?? 
 Apakah Anda sedang mencari makna dari optoelektronika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia? Berikut adalah penjelasannya:
Arti dari optoelektronika adalah:
op.to.e.lek.tro.ni.ka
Nomina (kata benda) Istilah fisika elektronika yang berhubungan dengan pengaruh cahaya dan penggunaannya pada bahan dan alat-alat elektronik.

  • Dari http://anugrohofisika.blogspot.com/2010/11/opto-elektronika.html
Ilmu yang dipelajari dari Optoelektronika :
 
1. LASER DAN PENGUAT OPTIK
 Penguat optik berdasarkan emisi terangsang telah dikenal sejak 1920-an, namun perangkat yang didasarkan pada emisi terangsang, yaitu maser dan laser, tidak dikembangkan hingga 1950-an. Sejak demonstrasi pertama microwave maser, kita menyaksikan revolusi teknologi yang luar biasa dengan penemuan dan aplikasi dari laser. Dalam bab ini kita akan mempelajari dua perangkat penting menggunakan emisi terangsang, yaitu penguat optik dan laser. Pada bab ini akan dibahas tentang penguat optik, menggunakan penguat serat erbium-doped sebagai contoh. Setelah memahami bagaimana penguat optik bekerja, kemudian dijelaskan mengenai operasi laser, penguat optik dengan umpan balik positif yang disediakan oleh rongga Fabry-Perot. Rongga Fabry-Perot adalah contoh dari rongga terbuka satu dimensi diperlukan untuk memilih satu atau beberapa mode dari jutaan yang biasanya terdapat di medium laser. Kami akan menjelaskan  beberapa sifat spektrum Fabry-Perot. terjemahan_laser_dan_penguat_o.html

2. RADIASI OPTIS DAN PENGUATAN

Benda hitam merupakan objek yang mampu menyerap radiasi secara menyeluruh yang dikenainya dan tidak mempunyai panjang gelombang. Hal ini memenuhi prinsip termodinamika, bahwa penyerapan oleh benda hitam harus mengirimkan pada semua bentuk radiasi serta mencegah adanya pertukaran panas. Ketiadaan celah kecil untuk energi yang dibawanya, pemancaran dan penyerapan energi tentu konstan pada kesetimbangan termodinamik. bab14-terjemahan.html

3.  SENSOR SERAT OPTIK

Pertumbuhan yang dramatis dalam teknologi untuk komunikasi serat optik memiliki minat berbahan bakar sensor serat optik. Serat optik menawarkan kemampuan baru, ukuran kompak, nonconducting antarmuka, dan sering kali kinerja superior. Kalau bukan karena biaya, akan ada jauh lebih optik sensor di lapangan hari ini. Ketika harga menjadi lebih kompetitif, sensor optik akan menjadi lebih lumrah dalam industri, di mobil, dan di rumah.
Tugas penting sebuah sensor adalah untuk memantau proses energi dan menghasilkan perubahan yang sesuai dalam bentuk lain energi. Sebagai contoh, sebuah mikrofon mengubah energi akustik menjadi energi listrik. Dalam bab ini, kami akan menjelaskan beberapa teknik penginderaan dasar yang digunakan untuk serat optik sensor. Harus ditekankan bahwa kami hanya akan menjelaskan beberapa skema yang banyak kemungkinan untuk merasakan. Pengembangan sensor hanya dibatasi oleh imajinasi. Apa pun yang dapat menyusahkan optik pada serat balok dapat dieksploitasi untuk membuat sebuah sensor. Interaksi common panjang dan indeks modifikasi melalui stres, ketegangan, atau suhu.
Sensor serat optik pembuatanya membutuhkan banyak disiplin ilmu yang berbeda. Pertama, kita harus memahami konfigurasi optik, termasuk sumber cahaya, serat-serat, pendeteksian skema, dll Kita juga harus tahu bagaimana membuat serat berinteraksi secara selektif dengan ukuran dan (yang akan diukur), dan hanya mengukur dan, yang menarik. Pengembangan sensor sukses biasanya melibatkan interaksi multidisiplin yang menarik pada optik, kimia, desain mekanik, dan pemrosesan sinyal, serta terintegrasi dan serat optik.
Sinar optik memungkinkan perancang banyak derajat kebebasan. Satu dapat dasar sensor optik perubahan-perubahan dalam intensitas, polarisasi, fase, panjang gelombang, dan arah cahaya.Kebebasan ini memungkinkan sensor unik dan sensitif. Kami akan meninjau keterbatasan dari masing-masing teknik ini, dan menyimpulkan bab ini dengan pembahasan tentang giroskop serat optik. ......SENSOR_SERAT_OPTIK.html 

4. MODULATOR PANDUGELOMBANG
Ada dua metode umum untuk mengkode (encoding) sinyal  ke berkas cahaya optik: modulasi langsung sumber optik, atau modulasi eksternal sumber optik gelombang kontinyu.
Modulasi langsung adalah metode yang paling tersebar luas sekarang ini, tetapi  terdapat hambatan pada laser semikonduktor. Sebagai contoh, ini sulit untuk mengatur langsung sebuah laser semikonduktor pada frekuensi diatas beberapa GHz. Laser mode non singgel mempunyai sebuah lebar pita spektral lebih besar yang  digunakan untuk meningkatkan penyebaran pulsa  dispersi.
Modulator eksternal menawarkan beberapa keuntungan yang lebih dari pada modulasi langsung. Pertama, dapat digunakan  dengan relatif mudah dan gelombang laser kontinyu adalah murah sebagai sumber optik utama. Yang kedua, karena modulator dapat mengkode informasi dasar dari jumlah efek kontrol eksternal, ini tidak disepakati oleh kebutuhan teknisi sebuah inversi populasi atau kontrol mode singgel. Yang terakhir modulasi fasa langsung (untuk sistem FM atau PM) memungkinkan didalam modulator eksternal, tetapi ini jelas tidak mungkin mencapai  laser.
 
 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar